Skip to Content

Permainan memperingati hari kemerdekaan

Staf dan masyarakat sekitar Harapan Rainforest merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus lalu. Setelah upacara penaikan bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, serta pembacaan teks proklamasi, berbagai permainan pun digelar. Anak-anak Bathin Sembilan sungguh menikmati berbagai lomba yang diadakan, termasuk balap krupuk, di mana mereka harus makan kerupuk sambil mendongak berupaya menghabiskan kerupuk yang digantungkan di seutas tali tapi tangan di belakang. Siapapun yang paling cepat, semuanya menjadi pemenang dan masing-masing membawa pulang tas punggung.

Momen indah di Harapan Rainforest

Agile gibbonsSaya datang dan tinggal selama tiga bulan untuk memberikan konsultasi bantuan manajemen bagi tim manajemen Harapan Rainforest. Waktu saya bekerja di kawasan lindung RSPB di Inggeris, saya terbiasa dibangunkan oleh paduan suara nyanyian burung di waktu fajar di hutan, tapi di Harapan Rainforest, burung-burung tadi tidak dapat dibandingkan dengan Ungko yang umum ditemukan di sekitar camp. Ungko mengeluarkan suara berupa jeritan keras nada-nada naik turun yang mengalun,  biasanya betina akan mulai bernyanyi sebelum terang dan sebelum mulai kegiatan mencari makan di hutan.

Harapan Rainforest menyambut perawat baru kami

PoppyKami begitu bersemangat untuk dapat meningkatkan kualitas kesehatan di Harapan Rainforest dengan hadirnya Poppy sebagai perawat dan pekerja kesehatan kami. Di mana fasilitas kesehatan pemerintah terdekat berjarak dua jam perjalanan, dan tiga jam ke rumah sakit, sangatlah penting bagi kami untuk mendapatkan penanganan, paling tidak, untuk sakit dan luka-luka ringan bagi tim Harapan Rainforest di lokasi camp kami. Pencegahan penyakit juga merupakan prioritas, di mana malaria dan penyakit yang tersebat melalui air cukup sering terjadi.

Rumah untuk Rangkong

Climbing training

Tahun lalu  The Disney Worldwide Conservation Fund membantu Harapan Rainforest memulai kegiatan sarang buatan burung Rangkong. Kegiatan ini menyediakan lokasi bersarang bagi burung Rangkong seiring proses regenerasi hutan dan tersedianya pohon besar yang dapat digunakan untuk bersarang. Kurangnya lubang bersarang akibat hilangnya pohon besar adalah ancaman utama bagi burung Rangkong di Sumatra. Selama tahun lalu, tim pemanjat pohon kami telah memasang 20 sarang buatan pada ketinggian sekitar 25-30 me dari atas tanah.

Tahap pertama survey pohon telah selesai

Adalah sangat penting bagi kami untuk mengetahui bagaimana Harapan Rainforest beregenerasi. Untuk melakukan itu, penting untuk mengetahui bagaimana kondisi hutan saat ini. Tim inventarisasi tealah menyelesaikan tahap pertama pekerjaan tersebut, meliputi setengah dari keseluruhan kawasan Harapan Rainforest. Inventarisasi ini merupakan kerja marathon, dimana sebanyak 374 plot disurvey, dilakukan selama hampir setahun penuh oleh 6 tim masing-masing beranggotakan delapan orang yang bekerja secara penuh.

Anak Pribumi dan kesempatan untuk belajar

ClassroomKami begitu bergembira dengan pencapaian program Sekolah Bergerak Harapan Rainforest baru baru ini. Dua puluh satu anak yang berumur antara 7 hingga 13 tahun dari komunitas pribumi Bathin Sembilan menjadi murid sekolah tersebut. Mereka belajar membaca dan berhitung serta kepada mereka kami perkenalkan hal-hal berkaitan dengan konservasi alam. Sekolah ini sedang dalam proses penilaian Dinas Pendidikan setempat, sehingga diharapkan mereka yang bersekolah di sini dapat mendapat pengakuan atas kelulusan mereka.

Perjumpaan dengan keluarga Beruang Madu

Malayan sun bearSaya begitu kaget, ketika berjalan melakukan survey transek mamalia, mendapati seekor beruang madu betina keluar dan berlari dari semak-semak. Namun saya lebih bergembira ketika bebeapa saat kemudian melihat seekor bayi beruang madu bergeark turun perlahan pada sebatang pohon Medang, member saya waktu yang cukup lama untuk mengambil beberapa foto sebelum sang bayi bergabung dengan induknya dan menghilang di dalam hutan.

Rotan

RattanHari ini saya merasa mendapatkan suatu kehormatan karena dapat menyaksikan masyarakat tradisional Bathin Sembilan di Harapan Rainforest memproses tiga ton pertama rotan yang dipanen dari kawasan Harapan Rainforest. Masyarakat ini berharap dapat memperoleh pendapatan sekitar lima sampai enam ribu rupiah per kilo rotan yang dijual di pasar. Rotan merupakan batang dari palem yang merambat dan dikenal oleh masyarakat Barat sebagai material yang digunakan untuk membuat perabotan rumah tangga dari rotan.