Malayan Sun Bear
Helarctos malayanus

Distribusi:
Beruang pernah madu dulunya tersebar meliputi seluruh Asia, sekarang sebarannya menjadi terpencar-pancar.
Ukuran populasi:
Dugaan ukuran populasi Beruang Madu masih sedikit, namun dari masih maraknya kehilangan habitat dan perdagangan bagian-bagian tubuh mereka menunjukkan masih terjadinya penurunan populasi mereka di alam.
Karakteristik:
Nama beruang madu diambil dari warna orangye/kuning yang terdapat pada dadanya yang berbentuk seperti ladam kuda. Beruang ini merupakan jenis terkecil di anatara jenis-jenis beruang yang ada di dunia, dengan tinggi sekitar 1.2m dan kukunya yang panjang dan berbentuk sabit. Lidah beruang madu sangat panjang, sekitar 20-25cm, yang digunakan untuk mengambil madu dari sarang lebah madu.
Habitat:
Sun bears in Sumatra are mainly found in evergreen rainforest, ranging from lowland forest to peat swamp and lower montane forest.
Ekologi:
TMakanan beruang madu bervariasi, termasuk vertebrata kecil seperti kadal, burung dan mamalia kecil; buah-buahan, akar-akaran, juga invertebrata seperti smut dan rayap, termasuk juga larvanya. Beruang madu memiliki penglihatan yang buruk sehingga mereka menggunakan indera penciumannya untuk mencari makanan. beruang madu dapat hidup hingga 28 tahun di kebun binatang, namun kemungkinan mereka di alam lebih muda lagi. Sifat beruang madu umumnya adalah soliter kecuali ketika induk betina dengan bayinya. Masa menyusai sekitar 95 hari dan betina biasanya menggunakan lubang kayu balakan atau lubung pada kayu besar untuk melahirkan satu atau dua bayi. Bayi lagi ini tinggal bersama induknya hingga mencapai usia 2.5 tahnun.
Ancaman:
Di Sumatera, penghilangan hutan dalam ukuran besar merupkan ancaman terbesar bagi keberadaan Beruang madu. Selan itu, perburuan juga merupakan ancaman serius hampir si seluruh rentang wilayah sebarannya.
Di Harapan Rainforest:
Penelitian sedang dilakukan untuk dapat mendapatkan ukuran populasi beruang madu di Harapan Rainforest dan pola penggunaan berbagi habitat yang terdapat di kawasan ini. Penelitian ini didukung pendanaannya oleh Bear Conservation Fund dari International Association of Bear Research and Management.
Fakta menarik:
- Jika diserang oleh predator yang besar, beruang madu mampu melonggarkan kulitnya serta menggigit penyerangnya.
- Beruang Madu membangun sarang untuk tidur dengan membengkokkan cabang tinggi di atas pohon.
- Bayi beruang madu lahir dalam keadaan buta dan telanjang, namun dalam beberapa bulan saja mereka sudah mampu berlari, bermain dan mencari makan bersama induknya.
Untuk informasi selanjutnya klik:
IUCN Red List
The Borneo Sun Bear Conservation Trust
Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup

Watch our film on youtube!


