Skip to Content

Tapir Asia

Nama lokal: 
Tapir
Nama ilmiah: 

Tapirus indicus

Status: 
Endangered

 Asian Tapir

Distribusi:Tapir adalah satwa asli Sumatera, Semenanjung Malaysia, dan selatan Tailand, dan merupakan satu dari empat jenis tapir hanya dapat ditemukan di Asia. tapir Brazil, Tapir Gunung dan Tapir Sapi tersebar dari Amerika Tengah hingga Amerika Selatan.

Ukuran Populasi:

Masih sangat sedikit informasi mengenai ukuran populasi Tapir, namun diperkirkan bahwa populasinya telah berkurang lebih dari 50% dalam 36 tahun terakhir.

Karakteristik:

Tapir Asia merupkan tapir terbesar diantara empat jeni tapir yang ada.Tapir dewasa dapat mencapai tinggi bahu hingga 1m dan berat 400kg. Biasanya betina lebih kecil daripada jantan. 

Habitat:

Tapir Asia tersebar mulai dari hutan dataran rendah hingga hutan pegunungan.

Ekologi:

Tapir Asia adalah pemakan rumput, makanan utamanya adalah rumput, daun, pucuk daun, dan buah dari semak yang tumbuhnya rendah. Mereka dapat hidup hingga 30 tahun. betina mencapai dewasan untuk mulai berkembang biak pada umur 3-4 tahun. Masa menyusai antara 390-395 hari dan biasanya melahirken satu ekor anak, sangat jarang melahirkan kembar. Tapir yang baru lahir terlihat sangat berbeda daripada dewasa, dengan warna kulit coklat kemerahan diselingi dengan garis-garis dan bulatan putih, yang dapat menjadi kamuflase baik dari predator. Pada usia delapan kecuali pada masa berkembang biak dan ketika betina bersama anaknya.

Ancaman:

Ancaman utama terhadap Tapir adalah hilangnya habitat. Sebagian besar habitat yang mereka perlukan telah hilang dan berubah menjadi perkebunan kelapa sawit di Sumatera.

Fakta menarik:

  • Tapir Asia hanya mengalami perubahan wujud mereka dalan 20 juta tahun.
  • Warna hitam dan putih pada tapir membuat tapir dapat berkamuflase dengan baik dengan mengaburkan garis badannya.
  • Jika meliahat bentuk moncongnya yang panjang, mungkin tapir akan dianggap berkerabat dekat dengan babi, padahal tapir berkerabat dengan kuda dan badak.
  • Tapir merupakan perenang yang sangat baik dan dapat tinggal di air selama berberapa menit untuk menghindari predator.
  • Tapir memiliki empat kuku pada kaki depan dan tiga pada kaki belekang.
 
Untuk informasi selanjutnya klik:
 IUCN Red List