Boost for indigenous people and rare wildlife of Harapan Rainforest
|
Tadi malam, Chief Executive RSPB Graham Wynne dan Kepala Program Global RSPB Dieter Hoffmann berada di Berlin untuk menyambut sumbangan dana dari pemerintah Jerman serta dukungan dari NABU, mitra Birdlife Jerman, untuk proyek pelopor Harapan Rainforest Harapan di Sumatera. Mereka bergabung dengan perwakilan dari Burung Indonesia dan Yayasan KEHI, badan pelaksana Harapan Rainforest.
Indonesia memiliki sekitar sepuluh persen (90 juta hektar) dari sisa hutan hujan tropis di dunia. Dua pertiga dari hutan tersebut diklasifikasikan sebagai hutan produksi. Berdasarkan skenario bisnis seperti biasa (business as usual), pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa sekitar 14 jutaan hektar hutan bisa hilang atau rusak berat dalam 20 tahun ke depan, yang akan menghasilkan emisi sebesar 2,8 miliar tonne karbon dioksida yang berbahaya ke atmosfir. Harapan Rainforest diadakan di bawah ijin kehutanan baru, dikeluarkan pada tahun 2004, yang mengharuskan pemegang konsesi untuk melestarikan dan memulihkan ekosistem hutan selama100 tahun. Harapan Rainforest adalah hutan pertama yang dikelola di bawah perjanjian ini di Indonesia. Jika diterapkan secara lebih luas, jenis pengelolaan hutan ini dapat mengembalikan harapan bagi masyarakat dan keanekaragaman hayati yang bergantung pada hutan di tempat lain di Indonesia, dan mengurangi emisi karbon secara signifikan. Mairi Dupar - RSPB |


Watch our film on youtube!


