| Harapan Rainforest secara aktif melakukan berbagai aktivitas riset dan konservasi untuk mendukung pencapaian tujuan penglolaan Harapan Rainforest dalam melakukan restorasi, rehabilitasi, dan konservasi hutan ini. Pada saat ini program riset difokuskan pada survey keragaman hayati dan pelatihan staf patroli hutan. Pemerintah Inggris (UK) melalui program Darwin Initiative menyediakan pendanaan secara spesifik untuk pelaksanaan aktivitas survey dasar keragaman hayati berbagai jenis taxa mencakup beragam tipe habitat serta mengembangkan sistem pemantauan untuk konservasi habitat yang dalam keadaan terancam ini. Pada saatnua, program ini akan berkelanjutan dan dikembangkan menjadi pusat penelitian serta pelatihan permanen yang akan bermanfaat bagi para peneliti di wilayak ini. Pusat penelitian ini termasuk museum koleksi invertebrata, reptil dan amfibi yang tercatat di Harapan Rainforest, sementara fasilitas herbarium di dalam kawasan telah didirikan. |
| |
|
Pekerjaan survey telah difokuskan pada burung rangkong dan mamalia. Burung rangkong, dimana sembilan jenis rangkong Sumatera dapat ditemukan di Harapan Rainforest, disurvey menggunakan metode transek yang dilakukan oleh baik tim survey maupun tim patroli hutan. Populasi lokal burung rangkong didukung oleh skema pemasangan sarang buatan yang didanani The Disney Worldwide Conservation Fund, oleh di mana hal ini merupakan pertama di Indonesia. Survey menyeluruh keragaman jenis burung akan dilakukan pada 2009, dan akan menambah jenis baru dari 293 jenis burung yang telah tercatat di harapan Rainforest. Survey mamalia menggunakan metode camea trap dan transek okupansi sedang dilaksanakan untuk inventarisasi kelompok ini, menilai keberadaan dan ketiadaan jenis (presence and absence) di seluruh kawasan dan mulai menghubungkan data ini dengan kelimpahan jenis. Hingga saat ini telah 52 jenis mamalia tercatat di Harapan Rainforest, tidak termasuk kelelawar dan kelompok satwa pengerat yang akan disurvey di masa mendatang.
|
| |
|
Aspek penting program ini adalah untuk menyediakan pelatihan bagi staf proyek, dan partisipan regional lain, dalam kemampuan survey dan pemantauan kergaman hayati untuk memastikan keberlanjutannya. Staf patroli hutan diperbantukan dalam rotasi kepada tim riset dan konservasi untuk medapatkan pelatihan singkat mengenai berbagai aspek penelitian lapangan. Sejumlah staf patroli hutan telah mendapatkan pelatihan dalam teknik koleksi dan herbarium yang diberikan oleh Royal Botanic Gardens,Kew (Inggeris) dan Herbarium Bogoriensis Bogor (Indonesia), metode survey mamalia oleh World Conservation Society-Indonesia survey burung rangkong, entri data, pembacaan peta dan penggunaan sistem penentuan posisi global (GPS), dan pemanjatan pohon oleh Rakata Adventure Group (Indonesia). Sebuah tim riset permanen. termasuk staf patroli hutan, juga telah dibentuk.
|
| |